Tunggu, sedang memuat. . .

Lenovo Siap Beli Blackberry, Blackberry Siap Menolak

Lenovo Siap Beli Blackberry – Bulan Oktober 2014 yang lalu, dunia gadget dikejutkan oleh rumor yang menyebutkan bahwa Lenovo siap mencaplok Blackberry.

Menurut siaran media CBC asal Kanada, raksasa Cina Lenovo berencana mengajukan penawaran untuk membeli saham Blackberry.

Angka yang ditawarkan adalah $15 per share, lebih tinggi dari harga saham publik yang sekitar $10. Berita ini juga diiyakan oleh media Kanada lain, Toronto Sun dan Financial Post.

Seperti kita tahu, Lenovo baru saja membeli Motorola Mobility yang dilepas murah oleh Google. Kini nampaknya mereka benar-benar ingin menjadi raja baru dunia device dengan mengincar Blackberry.

Lenovo Siap Beli Blackberry, Blackberry Siap Menolak

Jika benar Lenovo jadi membeli saham Blackberry, mereka akan mengontrol dua nama besar dengan reputasi tingkat tinggi di pasar mobile yang jika digabungkan maka kemungkinan Lenovo sanggup bersaing head-to-head dengan Samsung dan Apple.

Namun rencana ini bisa jadi diblokir oleh para petinggi Blackberry yang tidak menginginkan perusahaan asal Cina membeli sahamnya. John Chen, CEO Blackberry menyampaikan bahwa mereka untuk saat ini tidak mungkin melepas Blackberry ke Lenovo ataupun perusahaan asal Tiongkok lain terutama karena alasan keamanan.

Meskipun sang CEO sendiri cukup tertarik dengan penawaran Lenovo, namun tangannya terikat karena para pemilik saham Blackberry yang berasal dari barat tidak mengijinkan perusahaan ini jatuh ke tangan pengusaha Tiongkok.

Padahal menurut data statistik untuk kuartal kedua, Lenovo menguasai 4.7 % penjualan di seluruh dunia sedangkan Blackberry hanya 2.7 %. Meski menurun paling tidak Blackberry masih tetap bisa berbangga karena menjadi ponsel cerdas yang dipilih oleh Presiden Amerika Serikat Barrack Obama, Kanselir Jerman Angela Merkel dan Perdana Menteri Inggris David Cameron.