Tunggu, sedang memuat. . .

Lenovo Fancy Maker, Siap Rontokkan Xiaomi

Lenovo Fancy Maker, Siap Rontokkan Xiaomi – Pada bulan Oktober 2014, berdasarkan wawancara eksekutif Lenovo dengan The Wall Street Journal dikabarkan manufaktur ponsel besar ini akan segera meluncurkan lini ponsel cerdas baru yang akan dihadapkan head to head dengan sang bintang asal Cina, Xiaomi.

Lini ini juga akan mengambil jalan marketing seperti yang dipopulerkan oleh Xiaomi, yaitu melalui penjualan online. Pada tanggal 18 Desember 2014, Senior Vice President Lenovo Chen Xudong akhirnya mengumumkan bahwa lini terbaru Lenovo ini akan diberi nama “Fancy Maker”.

Nama ini sedikit mengingatkan pada “Moto Maker” milik Motorola yang memberi kebebasan bagi pengguna device Moto X untuk melakukan personalisasi melalui kustomisasi warna dan back plate dengan harapan sang pengguna ponsel akan makin betah berlama-lama dengan ponsel yang mereka desain sendiri.

Lenovo Fancy Maker, Siap Rontokkan Xiaomi

Lenovo Fancy Maker, Siap Rontokkan Xiaomi

Kemungkinan memang ada sedikit banyak peran Motorola di sini mengingat perusahaan ini kini sudah dilebur ke Lenovo setelah dibeli dari Google.

Patut dicatat bahwa penggabungan Lenovo dan Motorola – jika dihitung penjualan kala Motorola masih bersama Google – menempatkan Lenovo ke posisi ketiga manufaktur ponsel terbesar di dunia dan menggeser Xiaomi ke posisi keempat.

Menurut data dari IDC – International Data Corporation – Xiaomi berhasil menjual 17.3 Juta unit ponsel cerdas selama kuartal ketiga 2014 dan Lenovo tanpa Motorola berhasil menjual 16.9 Juta unit ponsel. Penjualan Motorola tidak tercatat di sini, namun dipastikan gabungan antara Motorola dan Lenovo sanggup menggeser Xiaomi mengingat kesuksesan lini G, E, X dan DROID dari Motorola.

Penggabungan Motorola dan Lenovo secara resmi terjadi pada tanggal 30 Oktober 2014 dengan mahar $2.91 Trilyun. Motorola Mobility dan 3500 karyawannya menjadi milik Lenovo dengan Rick Osterloh tetap mempertahankan posisinya sebagai eksekutif Motorola dan markas mereka tetap akan berada di Chicago.

Naiknya reputasi Xiaomi memang menjadi incaran banyak perusahaan yang sudah lebih lama berkecimpung di kancah dunia mobile. Tidak kurang dari Lenovo, Meizu, ZTE dan Huawei berancang-ancang menyerang langsung posisi sang bintang baru dengan metode penjualan online seperti yang dilakukan Xiaomi.

Ini masih ditambah dengan Samsung yang juga bersiap mengeluarkan lini baru ponsel menengah ke bawah untuk mengambil kembali potongan kuenya yang hilang. Hingga kuartal kedua 2014, Xiaomi sudah merebut pangsa pasar Cina dan menjadi manufaktur nomor satu di negara tersebut.